Search

my random thoughts

about anything

Month

April 2008

Mereka kira saya ini apa ya?

Saya ini sekretaris lho. Dan itu tidak membuat saya menjadi sebuah makhluk dengan 18 tangan, 24 kaki, 5 otak dan 72 jam setiap harinya.

Soalnya, saya masih manusia biasa. Yang masih bisa capek, apalagi setelah begadang hampir 3 hari berturut-turut, yang masih bisa lupa, katanya sih itu akibat kurang tidur, dan yang masih bisa marah juga kalau diperlakukan tidak baik.

Saya tahu saya harus berhati hamba, tapi apakah itu berarti kalian bebas ngomong seenaknya dan berlaku seenaknya?

Haah…

Advertisements

now I close my mouth when I laugh

Sejak kapan gerangan??? Aku pun tak tahu. Yang pasti, tiba-tiba aku menyadari kalau setiap kali tertawa aku refleks menutup mulutku. Kenapa? Gigiku tidak ompong, tidak keselip cabe ijo ato suwiran daging. Kenapa? Padahal dari dulu aku selalu senang tertawa dengan mulut terbuka lebar, tak takut apa-apa, tak takut terlihat konyol, tak takut terlihat gembira.

Tapi, apa yang terjadi sekarang? Dan ketika kurenung-renungkan… rasanya aku mendapat jawaban ini. Jawaban yang sebenarnya tak kuharapkan, karena aku tak pernah mengharapkan sesuatu yang terlalu mudah, simpel… I’ve just been hurt. Aku hanya pernah terluka, lagi, dan lagi, dan lagi, dan itu menimbulkan bekas tak terlihat tapi akan langsung mendera tubuhku dengan jutaan kenyerian setiap tersentuh.

Dan pelan-pelan, hatiku pun membeku. That’s it. Aku jadi sulit percaya ada orang yang menyayangiku, mengasihiku. Buatku, perkataan mereka, tindakan mereka, itu hanya karena didasari oleh kewajiban, keharusan. Yah, sudah seharusnya begini, sudah seharusnya begitu. Tapi apakah hal itu dilakukan karena jauh dalam hati mereka, mereka menyayangiku? Karena mereka ingin yang terbaik buatku?

Nah… it’s too marvelous to believe. See? Yang paling mengerikan dari hati yang pernah kecewa adalah hilangnya kemampuan untuk menerima kasih dari orang lain. Mengampuni? Gak masalah, bisa pada akhirnya. Nanti. Percaya kalo dirinya (pantas) dikasihi? Eits, tunggu dulu…. Don’t you know, gue ini pernah dibilang gini-gini-gini. Gue pernah diperlakukan gitu-gitu-gitu. Yang bener? Gue ini itu-ini-itu lho.

Hmmph… kapan ini semua akan berubah? Mungkin nanti, ketika saat aku tertawa aku tidak lagi menutup mulutku.

don’t be confused…

Jangan heran kalau hari-hari ini aku berubah.
Karena memang aku sudah berubah.
Banyak hal yang sudah berubah pula, dan tak bisa disangkal, hidupku pun ikut terbawa.
Ah… baru kusadari, luka yang pernah mengiris itu ternyata belum sembuh sepenuhnya, dan entahlah, God knows, kapan itu akan bisa sembuh.
Begitu banyak hal-hal pahit yang terjadi di sekitarku. Atau mungkin, akulah yang memutuskan jika hal itu rasanya pahit. Mungkin jika aku bertahan sedikit lebih lama, rasanya akan berubah menjadi manis. Mungkin kritik-kritik pedas tanpa memperhatikan apa yang sudah kulakukan, akan berubah menjadi pujian kelak. Mungkin penolakan-penolakan itu akan berubah menjadi penerimaan tanpa syarat. Mungkin. Tapi, who cares. Bukan itu yang aku cari. Aku hanya ingin tetap bertahan hingga di akhir perjalanan ini, aku hanya ingin tetap mencintai dan memuja-Nya, hingga seumur hidupku, tak peduli sesulit apa pun keadaannya. And I just know too well, after all I’ve been thru, I just can’t do it alone. I need Him. Nobody understands me, they can only guess or judge. Nobody knows me as You do, nobody loves me as You do. Nobody, Father….

they don’t know…

They don’t know…

that I’m lonely.

They don’t know…

that I actually don’t know what to do after dismissing from a meeting.

They don’t know…

I don’t really have good friends.

They just don’t know.

this is my confession

Baru kusadari…

meskipun pahit kenyataannya, tapi ini benar. Aku masih hidup di masa lalu. Masih berjengit ketika mendengar nama itu disebut, masih merasakan gelombang amarah saat memikirkan hal-hal yang pernah terjadi setahun yang lalu. Masih tak sudi menyentuh apapun yang diasosiakan dengan dia.

Heran! Kenapa dia jadi bagian yang begitu ‘penting’ dalam hidupku? Ironis.

Aku ingin lepas dari dia. Aku ingin lepas. Aku ingin terbang dan meraih kehidupanku yang bebas merdeka dan yang sudah ditentukan Tuhan. Aku ingin lepas.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.