Search

my random thoughts

about anything

Month

May 2012

will friends always be ones?

Waktu gue umur 3 tahun, gue bersekolah di TK yang bertempat di rumah Pak Camat. Waktu ngelewatin satu rumah yang terletak di depan jalan menuju rumah Pak Camat, gue ngeliat satu anak kira-kira seumuran gue sedang duduk di depan rumahnya sambil disuapin makan. Menurut kesaksian si embak yang nganterin gue dan anak itu, gue melambai ke dia dan nyeletuk, “Ayo, sekolah yuk!” Harusnya gue dijadiin semacam duta sekolah gitu ye….

Singkat cerita, anak itu ternyata tertarik dengan ajakan anak kecil sotoy asing yang melintas di depan rumahnya pagi itu. Dia pun ikut bersekolah, dan sejak saat itu, kami menjadi teman baik. Dari TK, SD, SMP, sampe SMA, kami selalu bareng. Meskipun gak selalu sekelas (biasanya dia masuk golongan anak-anak sangat pintar), kami sangat akrab dan sering berkunjung-kunjungan.  Continue reading “will friends always be ones?”

Advertisements

On Becoming A Mom

Not only you feed him, change his wet nappies, bathe him, take him to a walk, soothe him when he is fussy, hug him, hold him, tell him that momma is here, but also you have to entertain him, be his personal clown, write songs for him, sing for him albeit the lyrics are silly and you are out of tune, nevermind, coz he will look back at you and smile widely. And that’s all that you need.

Style comes first

I still can’t get people who have edgy gadgets but cannot do simple browsing to look for the information they need.
Well, cannot or simply lazy?

And of course, I really really can’t get people who keep stating they don’t have money (or indeed), but able to hang out at sophisticated coffee shops, buy new gadgets or stuff, able to afford more-than-decent holidays!
One person I asked answered this, “Style comes first!”
Oh, o-oookay. So don’t you ever think I’m gonna believe you let alone sympathize with you when you start to whine, “No money laaarr…”
Eat your style!

Free lunch!

Sejak punya baby Ben, kita rada kepentok transport kalo mau ke mana-mana. Gue belum sampe ati bawa Ben naek motor jauh-jauh, kasian dia kena asep dan panasnya Jakarta. Kalo masih deket-deket kayak ke CP ato TA, masih oke buat naik motor.
Nah, karena gereja kita lokasinya nun jauh di sana, terpaksalah kita berpikir ulang buat tetep ibadah di situ apa ga. Ongkos taksi sekali jalan bisa 45 ribu, pp ya ampir 100 ribu. Kali 4 ud 400 ribu, lumanyun banget kan. Ada ibadah yang bisa ditoleransi dengan naik motor ke sana, tapi gue ga sreg. Akhirnya jatuh pilihan ke ibadah di sebuah hotel di bilangan Slipi.
Temen baek gue kebetulan di sana, dan dia emang suka ngajak kita ke sana. “Dapet makan duey,” begitu promosinya. Karena dirasa cukup dekat, ya kita coba deh ke sana. Continue reading “Free lunch!”

Berhati-hatilah akan apa yang kauminta!

Sebelum menikah, Desember 2010, gue dan calon suami waktu itu sepakat buat ‘jaga’ dulu selama 3 bulan. Pertimbangannya waktu itu gue bakal ada kerjaan waktu bulan Juni 2011 yang mengharuskan gue ke luar kota, dan bulan Juli kita ada rencana mau ke Vietnam.

Ternyata Tuhan merestui niat kami, dan pada bulan Mei 2011, gue dinyatakan positif hamil 5 minggu. Meskipun begitu, gue gak jadi ambil kerjaan bulan Juni itu karena takut nyusahin orang dan takut kalo kenapa-napa, baru masuk trimester 2 waktu itu. Tiket ke Vietnam juga terpaksa hangus, soalnya kita baru pulang dari Bali (biasa, promo tiket 0 rupiah), dan kalo mesti ke Vietnam lagi bisa-bisa pulangnya kita makan Indomie tiap hari 😀 Continue reading “Berhati-hatilah akan apa yang kauminta!”

Blog at WordPress.com.

Up ↑

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.