Search

my random thoughts

about anything

Month

December 2012

should say “no” earlier

So I’m kinda angry here.

Lemme expand on my condition.

I am situated to give (monthly) allowance to an elderly woman. With me just having a baby, my husband is the sole breadwinner, I try quite hard to accept this. Why?

The woman and her daughter shop more than I do.

They even didn’t show any care at all when they made trips to other country and city.

And now the daughter – who is working with small wages – is planning to get a sophisticated gadget, by installments.

Asked by her friend, how could she manage with her wages, though she is going to quit spending for another 6 months, she answered lightly, “God shall provide. I still have my parents, anyway.”

@!**%#!!!!!!

If she does have money, why can’t she allocate it for more important matters, like her school fee, her mother’s debts?

Oh, I forgot. What is most important for her is STYLE.

Oh dear God… help me to overcome this.

Argo Bromo Anggrek (malam), tak seindah namanya

Rasanya pernyataan di situs www.kereta-api.co.id mengenai keinginan PT KAI agar penumpang KA eksekutif bisa merasa berada di dalam hotel berjalan itu terlalu muluk.

Bagaimana tidak, fasilitas yang tertera dalam situs saja tidak sesuai dengan kenyataan.

Reclining dan revolving seat system? Coret. Yang ada hanya reclining.

Dilengkapi meja statis dan sandaran kaki? Coret. Meja statis tidak ada, sandaran kaki pun ada yang rusak.

Audio/video, lampu baca dan toilet? Coret. Audio/video lumayan, berupa tayangan lagu-lagu. Lampu baca tidak ada, malah lampu gerbong yang terang benderang bikin susah tidur di perjalanan tengah malam. Toilet? Duh, yang katanya kelas eksekutif saja bisa kehabisan air, dan yang ada air pun bau pesing.

Belum lagi menyoal sampah yang berserakan di tempat duduk bekas penumpang lain. Lucunya, pagi-pagi waktu petugas sampah datang, justru penumpang yang mengumpulkan sampah dan memasukkan ke kantung yang dibawa petugas. Ini tentu sangat berbeda dari pelayanan kebersihan di hotel.

Selimut (tipis) yang dibagikan waktu awal naik (untung wangi), ditagih kembali pada saat sebagian besar penumpang masih terlelap, sebelum pukul 5 pagi. Takut diambil, Pak? Untung gue bawa selimut sendiri buat Ben.

Kalau bukan karena masalah waktu, lain kali gue pasti lebih memilih pesawat, dengan harga yang kurang lebih sama, bisa mendapat pelayanan dan fasilitas yang lebih bermutu plus jam tempuh yang lebih singkat.

argo bromo anggrek

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.