Gw tau, pasti ga enak banget rasanya sekarang. Ditegur, dimarahi mungkin, rasanya ditelanjangi. Mungkin lu berpikir, “Gila, ini urusan pribadi gw, ngapain lu pada ikut campur?” “Siapa lu ngatur-ngatur gw! Ga usah sok rohani deh lu! Kepo ya kepo aja!”

Marah, kesal, kecewa, dan mungkin (kalau mau jujur) … malu. 

Malu, karena ketahuan apa yang selama ini lu sembunyiin. 

Malu, karena sebenarnya bukan seperti ini cara yang ingin lu lakukan, bukan ini jalan yang ingin lu tempuh.

Malu, karena tadinya yang tahu cuma dua orang (plus Tuhan), sekarang bisa dipastikan lebih dari 5 orang tahu.

Gw ga bisa kasih nasihat macem-macem. Ga bisa jabarin ayat dari berbagai kitab dan merangkai kalimat-kalimat indah penuh motivasi.

Gw cuma bisa bilang, “Ayo, bangkit. Jangan terpuruk. Pahit emang rasanya, TAPI lu harus telan ini. Lu harus dengar mereka dan berbalik dari apa yang sedang dan telah lu lakukan. Jangan biarkan kebohongan Iblis menutupi mata dan telinga hati lu. Karena lu memang salah. Lu udah salah, udah melanggar kepercayaan orang-orang yang mengasihi lu. Gw pribadi sempet shock denger kabar itu, dan gw sedih, karena ngebayangin perasaan dan posisi lu yang pasti ga enak banget. Lu cuma perlu mengaku lu salah, terima koreksi dan nasihat orang lain dengan rendah hati, dan melangkah kembali dalam terang kebenaran. Jangan biarkan hal ini membuat lu menyimpang dari jalan Tuhan. Kembalilah. You’re not alone. Banyak saksi yang menyaksikan kita, menyemangati kita, menantikan kita menyelesaikan pertandingan iman dan merayakan bersama kita. Don’t blame others, don’t blame yourself, just keep on going!”

24 March, 2013