Hai!

Ini adalah update dari tulisan bulan lalu ini.

Saya mulai memakaikan MKK ini ke Mochi terhitung tanggal 6 Desember 2018. Sengaja memang saya tunggu sebulan agar hasilnya lebih valid. Tsah.

Tiga hari pertama, Mochi tidur malamnya lelap banget. Saya yang biasanya kerja malam dan harus menunggu dia tidur dulu, tumben-tumbennya bisa kerja banyak tanpa jeda menyusui Mochi yang biasanya masih terbangun-bangun ini. Takjub juga.

Setelah seminggu, dua minggu, saya perhatikan Mochi tampak bugar terus. Hidungnya kering (biasanya ada aja basahnya), seger terus pokoknya.

Tiga minggu, Mochi masih berkibar-kibar jaya. Di rumah lagi ada anak kecil yang sakit pun, Mochi tetap kuat. Padahal biasanya, besoknya dia udah ikutan batuk/pilek.

Masuk minggu keempat, sekitar tanggal 4 Januari 2019, Mochi mulai tumbang. Dia sumeng-sumeng satu hari, eh hari kedua panas tinggi sampai di atas 38 dercel. PCT udah enggak mempan, enggak mau makan (ini yang bikin galau berat), meskipun dia masih menyusu terus. Akhirnya hari ketiga kami bawa ke DSA langganan. Radang, kata dokter. Tapi tenggorokannya enggak sampe bengkak, jadi enggak dikasih antibiotik. Kemungkinan besar Mochi tertular dari saya yang memang lagi batuk-batuk dan membandel enggak makan/minum obat batuk. Alhasil, Mama yang lagi ada di rumah pun bawel menyuruh saya minum obat. Dan memang sih, setelah saya mulai minum obat, Mochi berangsur membaik. Meskipun begitu, pulang dari dokter, dua hari dia masih bolak balik demam (di atas 38 dercel) dongggg. Plus mencret pula. Karena khawatir, kami balik lagi DSA. “Oh, radangnya sudah membaik,” kata dokter. “Paru-paru masih bersih. Mungkin masih recovery, kita tunggu saja ya.” Budok juga menambahkan Proris ke daftar obat dan Zinc untuk membantu diarenya. Proris, karena ibuprofen juga mengandung antiradang, jadi lebih efektif untuk sakit Mochi kali ini. Ada catatan dari apoteker, Proris hanya diberikan jika suhu di atas 38,5 dercel. Budok juga melampirkan surat pengantar cek lab seandainya diare Mochi masih lanjut dan berwarna hitam.

Puji Tuhan, besoknya pup Mochi mulai mengental. Mungkin pengaruh dia juga mulai mau makan. Per hari ini, 11 Januari, Mochi semakin pulih, makannya sudah mendekati normal lagi.

Kembali ke Kutus-Kutus, di salah satu forum saya sempat membaca ada gosip kalau minyak ini ada “isinya”, namun ada yang membantah, katanya dia tetangga si bapak yang meracik minyak ini, dan menurut dia minyak ini murni dibuat si bapak karena kasihan melihat cucunya yang bolak-balik ke dokter, dan minyak itu bersih dari “isi” begituan.

My verdict: Mochi sehat walafiat selama 3 minggu lebih itu sudah satu anugerah besar banget. Hal itu belum pernah terjadi sebelum saya pakai MKK. Jadi, menurut saya, minyak Kutus-Kutus terbukti ada khasiatnya. I’m really grateful for it.

Disclaimer: No, I don’t believe any oils could kill virus.

Advertisements