Search

my random thoughts

about anything

Memperpanjang Paspor Sendiri (2)

Here we go again! 

Kali ini saya kembali untuk mengambil paspor. Harusnya kemarin, Rabu 15 Februari bisa ambil, namun berhubung Pilkada, pengambilan diundur satu hari.

Saya tiba di Kanim Jakarta Barat kurang lebih pukul 11 siang. Kabarnya loket pengambilan buka jam 10 pagi. Saya mendapat nomor antrean 116, terakhir saya lirik yang dipanggil nomor 48 😮

Saya tanya ke petugas pengambilan paspor – sepertinya mahasiswa magang -, “Mas, nomor saya masih lama gak?”

Dia melirik tumpukan kertas di mejanya. “Belum tahu, Bu. Soalnya saya belum cari punya Ibu.”

“Oh ya udah, saya makan dulu deh ya.”

“Boleh, Bu. Loket istirahat jam 12, buka lagi jam 1, tutup jam setengah empat.”

“Kalau saya kelewatan gimana?”

“Kalau kelewatan sejam masih bisa ditunggu, Bu.”

Baiklah. Saya -yang ditemani Ben dan Olin hari itu – pun menuju tempat makan dekat situ, Kedai Seni Djakarte. Padahal maksud hati saya mau ke Historia Food, hahaha.

Selesai makan pukul 12.30, saya pun balik ke kanim. Mampir bentar ke Indomaret, tiba di kanim kembali pukul 1 kurang 5 menit.

Gak lama duduk, si mas magang udah jalan masuk. Loket dibuka. Kerumunan manusia langsung menyerbu membentuk barisan. Karena itu loket nomor antre, saya santai aja. Tak lama kemudian, baru saja menyesap seperempat teh kotak, nama saya yang indah itu dipanggil petugas. Saya buru-buru setengah lari ke loket, menunggu 2 orang lagi di depan saya, dan akhirnya saya berjumpa dengan paspor baru saya! Yay!

Eh. Ternyata belum selesai. Tanda tangan formulir lalu fotokopi paspor baru duyuuuuu. Tempat fotokopi ternyata udah lain dari minggu lalu, huft.

Selesai fotokopi, saya serahkan ke mas magang, lalu saya mendapatkan paspor lama saya yang sudah digunting. Hore!!! Kelar!

Oh ya, di paspor baru sudah tidak ada tulisan “ex-bearer passport number…” di halaman terakhirnya.

Anyways, waktu tunggu tetap 2 jam. Jadi, bravo Kantor Imigrasi Jakarta Barat!

Memperpanjang Paspor Sendiri (1)

Pengalaman dua kali mengurus paspor yang pelik membuat saya agak gelisah menghadapi hari Kamis, 9 Februari 2017. Bayangan harus mengantre lama dari pagi, menunggu di tempat yang terbuka (plus asap rokok, panas), dan membawa satu anak kecil cukup membuat pusing kepala. Ditambah, saya sedang hamil 12 minggu. Bertanya ke beberapa orang yang belum lama mengurus paspor, saya disarankan datang lebih awal. Ada yang bilang kalau bisa jalan dari rumah jam 5.30 pagi. Wakwaww.

Oke, saya mulai aja ya dari awal pendaftaran.

Saya daftar online pada tanggal 11 Januari. Bayar tanggal 12 Januari di ATM BCA, lalu konfirmasi dan mendapat pilihan kanim. Saya pilih Kanim Jakarta Barat, di dekat Fatahillah. Waktu baru daftar, saya lihat masih ada tiga tanggal yang terbuka untuk daftar online, namun karena tidak bisa pilih tanggal jika belum bayar, saya baru bisa memilih keesokan harinya. Ternyata tinggal 2 tanggal, 9 atau 10 Februari. Saya memilih tanggal 9, simply karena lebih cepat.

Ben sudah saya briefing dua hari menjelang tanggal 9.

“Kita bangun pagi ya, Ben siapin mainan dari malemnya, terus nanti kita beli roti buat sarapan di sana.”

Si bocah hanya manggut-manggut. Lantas bingung karena besoknya saya ingatkan untuk mempersiapkan mainannya, huft.

Dari malam saya sudah sibuk mempersiapkan tas ransel. Aries bingung kenapa saya harus bawa tas besar. Huh, gak tau aja kalau lagi jadi single fighter itu dua tangan harus bebas!

Saya pasang alarm pukul 5.15. Sudah melakukan simulasi tarif Grab Car vs Go-Car jauh-jauh hari sebelumnya (yeah I’m freak like that :p) juga.

Continue reading “Memperpanjang Paspor Sendiri (1)”

#2 pregnancy. log 4

Phew. Been MIA quite long time, huh.

The baby is fine, thank God. Been 12 weeks 2 days today. The baby is bigger than standard, the OG said. And we already were able to listen to the heartbeat! Yay!

The nausea is subsiding, but not after I eat too much, though. However, I lost almost 1 kg this month, don’t understand why, especially last month Mom was home and it was like party to me :D.

With Ben, I was daring enough to stop my vitamin at the 6th month, but not with this one. I religiously take my vitamins, realizing that my nutrition intakes are pretty careless 😦 I put food in my mouth mostly to make sure there is some food inside.

So my hope is soaring that this baby would be a perfectly healthy one….

Quite lots of thing happen around. Bad electricity at home, handling my emotion, especially with Ben – oh I feel so guilty to him almost every time 😦

Yeah, deal with it, I can’t focus my whole attention to #2 right now.

I can only pray that God protects you, cares for you, guides us….

 

#2 pregnancy log.3

Setelah 2 minggu yang cukup berat (teler, muntah, gak bisa makan), akhirnya minggu ini mulai normal kembali. Sedikit.

Soalnya, ketika saya mengira sudah cukup kuat, makan banyakan sedikit, tau-tau mabuk lagi 😦

I really can’t stand some smell (fish), even the looks of some stuff (red rice, leafy veggies)!

But it all pays off as I saw that the baby IS there. The head, hands, and legs, they are all there 🙂

#2 pregnancy log.2

Yesterday, December 20th, we decided to consult our obgyn, mostly because of my curiosity whether this time is for real.

And it is.

YAY!

Dr. Radit found it pretty amazing though, that on 5th week of pregnancy age, the gestational sac’s size is already big enough, the machine even printed 7th week on it! The yolk sac already appears and guess what, the obgyn was stunned as well, there is already a very delicate beat of blood veins.

“It’s not molar, for sure,” he said with a big smile.

THANK GOD!

So, hello, Baby C. Let’s go through this journey together, strongly, joyfully, and faithfully!

 

 

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

The Laughing Phoenix

Life through broken 3D glasses. Mostly harmless.

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.